h1

Taşındık – We are moved – Pindah alamat

November 14, 2013

Taşındık – We are moved – Pindah alamat

meet us in www.firdausguritno.com

h1

TURKIBOLAWIKIPEDIA.. Sejarah hanya milik kita berempat. (Sejarah unik sepakbola)

February 27, 2010

ini postingan saya di kaskus..
malas ngetik lagi.. nikmatin aja yaa..

sejarah unik sepakbola turki

makasih.
firdaus

h1

kenapa kita gagal ujian ?

February 19, 2010

kenapa kita gagal ujian ?

Kalau dilihat dari logika ini, sebenarnya bukan salah sang siswa bila ia tidak lulus ujian, belajar pun tidak sempat…
Tahukah Anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari? yang kita tahu sebagai tahun akademik siswa… Mari kita hitung!

Hari Minggu: 52 hari dalam setahun, Anda pasti tahu kalau hari minggu adalah untuk istirahat. Hari tersisa tinggal 313.

Hari Libur (Nasional maupun Internasional): Tak kurang dari 13 hari Libur setahun.
Hari tersisa tinggal 300.

Liburan sekolah: Jelas semua siswa akan berlibur dan tidak akan belajar biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari.
Hari tersisa tinggal 240.

TIDUR 8 Jam sehari untuk kesehatan: berarti 120 hari terpakai.
Hari tersisa tinggal 120.

Tentu kita beribadah kan? paling tidak 1-2 jam kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun.
Hari tersisa tinggal 95.

BERMAIN yang juga baik untuk kesegaran dan kesehatan, paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari.
Hari tersisa tinggal 80.

MAKAN! paling tidak selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan/minum (makan pagi, siang, sore), hilang lagi 30 hari.
Hari tersisa tinggal 50.

Jangan lupakan, Manusia adalah makhluk sosial, butuh berinteraksi dengan orang lain, kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 jam terpakai lagi,
Hari tersisa tinggal 35.

Kita pun bisa sakit: paling tidak 5 hari dalam setahun, sudah cukup mewakili.
Hari tersisa tinggal 30.

Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian.
Hari tersisa tinggal 6.

Nonton dan jalan-jalan paling tidak 5 hari dalam setahun.
Hari tersisa tinggal 1 hari.

Satu hari yang sisa itu kan HARI ULANG TAHUN !
“Masa” belajar sih?

h1

Hasil Babak Penyisihan Kompetisi Matematika PASIAD Se-Indonesia VI dan pelaksanaan ISPO II 2010

February 10, 2010

Hasil Babak Penyisihan Kompetisi Matematika PASIAD Se-Indonesia VI is now out..
coba saja cek di sini

Kalau ispo bakal diadain lagi ni yang keduanya pada tanggal 2 maret.. jadwal lengkapnya di sini
tapi pengumuman peserta finalnya belum ada..
bisa aja kok cek langsung ke sini

bagi yang nanti lolos ISPO.. berjuang yah biar bisa dapat medali karna biasanya selain dapat medali, juga dapat tiket selanjutnya ke babak internasional seperti pengalaman saya dulu di inepo Turki. ada juga ke Brazil, Amerika, Ajerbaijan. Terakhir, barubuka taun 2010.. INESPO di JERMAN !!!!!!!!
ayooo.. semangat semuanya yaaa..
kalo lolos nanti, juga siap2 cari sponsor untuk biaya keluar negeri nya.. Selamat berjuang semuanya !!..

h1

Paradigma malam

February 9, 2010

sebuah puisi yang terlintas sewaktu aku bermimpi
pagi inipun aku terlambat memulai hari
diantara semua itu kudapati sebuah pertemuan
akan malam malam yang terpendam dan hardikan yang pelan

diselipi kepedihan suara orang asing yang mengiang
aku diam sambil menyalakan sebuah sajian
sisi pagi ini menyatu diantara sekelumit pernyataan sebuah dosa
akan keselamatan lahir sebuah cinta
antara kegelapan dan penerangan mengelilingi serabut DNA nya
dalam perjalanan menuju cahaya

h1

Bukan saatnya lagi belajar?

February 7, 2010

Belajar adalah pintu menuju keadaan lebih pintar dan pintu menuju keadaan lebih bodoh. Berfikir adalah cara menutup salah satu pintunya.
Dalam hal meraih suatu ilmu pengetahuan dan penyamaan strata kependidikan dalam masyarakat dikenal dengan baik istilah ‘belajar’. Pembelajaran itupun dapat diraih dalam kegiatan formal maupun informal baik dengan cara mengikuti kursus, sekolah, ataupun secara otodidak. Dalam hematnya, belajar sudah menjadi undang-undang tak tertulis dalam dunia pendidikan. Namun dalam pandangan saya, ada yang khusus dalam kata belajar dan pengupasan didalamnya membuahkan kalimat seperti yang and abaca sebelumnya di bagian atas paragraf ini.
Belajar membuka dua buah pintu dan berfikir menutup salah satunya. Hal abstak ini menggambarkan suatu ciri dimana berfikir lebih diutamakan daripada belajar. Karena apa? Ada banyak hal yang merujuk kepada hal tersebut namun selebihnya kesimpulan ada ditangan anda sendiri.

Belajar menggunakan otak orang, berfikir menggunakan otak sendiri

Belajar, secara umum memperhatikan hal-hal yang sudah ada dan sudah tersedia. Hal yang sudah ada itu tadi dikemas berdasarkan otak-otak orang yang mengemasnya sehingga apapun yang kita tangkap dari suatu pembelajaran tidak akan lepas dari rangkaian pembentukan yang secara langsung atau tidak langsung tercipta dari hal yang kita pelajari. Namun berfikir, memberikan ruang kosong didalam otak kita yang memproses kembali suatu informasi sehingga kita dapat mengolah suatu pengetahuan berdasarkan ciri diri kita sendiri dan semakin berpeluang menemukan sesuatu yang baru. Bagaimana sesuatu yang baru itu? Bisa disimak dalam cuplikan kisah nyata berikut ini.
Anda harus tahu bahwa pada masa lampau sejarah peperangan ditulis oleh pihak yang menang dalam perang tersebut. Hal ini seakan menjadi wewenang atau hak oleh pihak pemenang dalam mencatat sejarah pada saat itu. Segala hal yang tercatat itulah yang kemudian diajarkan turun temurun keseluruh jangkauan berdasarkan pada besarnya nilai sejarah tersebut. Hal ini menimbulkan banyak kerancuan karna mungkin saja apa yang dituliskan tidak sesuai dengan kenyataannya. Bagi para peserta didik yang menggunakan metode ‘belajar’ akan menerima begitu saja dan dijadikan pegangan namun bagi mereka yang berfikir, tentunya akan menemukan celah barang sedikit pada suatu ilmu pengetahuan yang ‘tidak nyata’. Hal inilah yang kemudian banyak melahirkan karya-karya yang kebanyakan membahas tentang suatu tema yang hampir mirip, “fakta dibalik sejarah”. Karena apa? Ada sejarah yang belum terungkap sepenuhnya atau diputar balikkan dari sejarah yang ada. Dan itu ditemukan oleh mereka yang berfikir. Karna sejarah yang sudah ada diibaratkan sebagai otak orang, maka belajar berarti menggunakan otak orang dan berfikir berarti menggunakan otak sendiri.

Belajar mengabadikan ilmu pengetahuan, berfikir mengembangkannya

Ilmu pengetahuan terus berkembang ditangan orang-orang yang berfikir dan dikenalkan oleh mereka yang telah mempelajarinya. Jika kalian mengerti maksud yang akan saya utarakan maka kalian dapat membaca bagaimana bisa adanya penemuan baru yang lebih canggih ataupun lebih detail dari sebelumnya padahal pada beberapa saat sebelumnya anda kita baru saja mempelajarinya sebagai ilmu pengetahuan.
Einstein pernah berkata kurang lebih seperti yang terkandung dalam kalimat berikut ;
Untuk menemukan hal yang baru, kita harus menganggap beberapa hal yang berkaitan sebagai suatu hal yang bohong atau tak nyata.
Dari kalimat tersebut bisa disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan yang ada memiliki potensi untuk berkembang ataupun berbalik arah karna ketidakpastiannya namun jika kita hanya menerapkan kapasitas pembelajaran maka bisa jadi ilmu pengetahuan yang sudah ada dijadikan kiblat secara mutlak dan menutup mata pada perkembangan selanjutnya sehingga diperlukanlah suatu tindakan yang lebih khusus yaitu berfikir.

bersambung————

ntar yak di sambung lagi.. saya mau berfikir dulu nii “D

h1

2010

January 2, 2010

puisi pertamaku di tahun 2010

2010

diselingkan sebagian nanar berjibaku dengan akal dan kepribadian…
sebelum terlelap, diselipkan nada nada sumbang…
dalam surah yaasin yang habisnya di kedelapan-puluh-tiga…
dan satu cerita yang mengubah sepersekian detik kehidupan lanjutku didunia…

puisinya pendek saja..😀

2010 semoga bisa lebih banyak berkarya.. amin..