h1

Dua satu-satu dua

October 6, 2008

Dua satu-satu dua

Hari ini mari kita mulai…

Sajak ini bukan sajak…

Hanya pembuka pintu sajak yang tlah lama tergeletak…

Yang kan kusiangi tabirnya dengan memetiki sembarang kata…

Menyebarnya dalam banyak cerita…

Basa-basi dunia akan makna hidup dan maya…

Sebagai gerbang yang ku sebut itu dunia…

Mari kita belajar tentang mengurut angka…

Mari kita belajar menyabiti makna…

Mari kita belajar menangkap uraian nada…

Mari kita belajar membunuh duka dengan kata…

Mari kita belajar tentang cinta…

Dua satu-satu dua

Aku urutkan untuk ku bubuhi makna…

Diantara kedua “dua”, hanya terdapat “satu” saja…

Dan diantara satu yang berjumlah dua…

Terdapat kehidupan akan jingga…

Dengan satu seribu kata penyambungnya…

Mari kita membuahi puisi…

Mari kita merajaminya hingga tergores setiap luka yang kan kita bangun kata baru untuk membangkitkannya…

Mari kita mencoreng-morengkan muka tuk mengenali diri dalam kata yang tersusun rapi…

Hari ini dan seterusnya…

Aku kan membagi satu cerita tentang dunia dengan dua hal yang kau harus mengerti atasnya…

Tak ada nama…

Aku,kau,dia,kalian,dan kita yang kan menunjukkannya…

Belajar cara mengusap dunia dengan delapan bintang…

Bintang pertama untuk kau mulai menjentiki jejak sampulnya…

Bintang kedua untuk kau geluti celoteh sang penulis yang hanya berani sembunyi dibalik nama atas semua buku cetak terciptanya…

Bintang ketiga untuk kau ikut memberi arti sebagaimana apa kata mereka terhadap buku dunia yang kan kau ambili cerita cita cintanya…

Empat bintang kan bersama menerangi saat kau memetakan daftar isi dunia yang takkan menemui lembar terakhir untuk mencatutnya dalam juta kata helai yang kau punyai saat bintang kelima mengajak juta kata helai tuk berlanjut menarik diri dalam isi dunia, menikmati setiap detik yang ada dalam misi mengartikan dunia dalam tiga kata penuh makna gila…

Dunia ini “indah” …

Kata indah memang gila untuk seorang dunia…

Bintang keenam untuk kau dapatkan karna sudah saatnya kau mendapat pengakhiran karna tak ada dunia yang tak berkesudahan selain cerita tentang makan yang selalu ingin kau puaskan dan tiada penghabisan akan rasa lapar yang kau maha agungkan…

Angka tujuh telah siap membimbingmu berlari. Atau mungkin hanya sekedar berdiri? Terserah apa yang terjadi nanti, yang jelas inilah saat untukmu memaknai isi buku tadi, tentang dunia yang kau cari dan kau beri arti, tentang rasa cinta dan gila yang kau serang dan geromboli untuk birahi yang kau miliki,tentang rasa sakit yang kau dapati sebagai akhir dari malam yang kan terus kau tangisi…

Karna malam telah berakhir, dan kedelapan bintang tiada pernah sepenuhnya kau ambil, karna kau terlambat untuk berfikir, kau terlalu kikir membagi waktumu yang sebenarnya telah berakhir, dan walaupun kau menangisi segala takdir, hidupmu telah berakhir…

Hari ini bukannya tiada ditemani sepi, karna kata “dia” tiba-tiba menghampiri seraya tersenyum berkali-kali. Mungkin kau kan merasa dia telah gila. Wajarlah dia ceria, adiknya, sang :kita” baru saja meninggalkan dunia. Mungkin dia telah lupa bagaimana cara bermuram durja. Atau dia memang sudah akan menjemput sang “kita” untuk dia gauli bersama-sama denganmu yang masih belajar cara mengusap dunia dengan delapan bintang. Walau kau masih belum juga temukan bintang kedelapan dalam siang yang menggantikan malam…

Nampaknya kau sudah bosan dengan dunia…

Marilah kau ikuti dia untuk menggauli kita bersama…

Di alam maya…

Ujung jauh sana…

Kau kan merasa baru mengenal dunia…

Dunia baru yang kan kita bangun untuk kau dan dia…

Dan ku bersiap menyusul kalian disana…

Dalam dunia maya…

Ku perkenalkan tentang seorang bidadari yang ditinggal kekasihnya, sang malaikat yang kini sayapnya tlah tumbang. Jatuh ke bumi lapang yang gersang dan menjadi santapan para kumbang garang…

Mungkin kau belum mengenalnya dia ada di halaman berikutnya bersama jingga dan teman-temannya dalam 30 puisi dunia dengan 3 cerita untuknya, sang malaikat bersayap tumbang…

Beranjak pada sang bidadari. Dia kan ajarimu cara memetik matahari. Dalam alam yang berbeda kini. Saat kau rasa panas melebihi bumi. Saat jengkal tanganmu tlah menyentuh sang surya. Saat lelehan keringatmu telah membanjiri sluruh permukaan bumi.

Aku punya 3 hal untukmu yang harus kau miliki saat kau ingin menggapai matahari, terang sang bidadari dan diapun menyebut segala hal dengan celoteh manjanya…

Satu hal yang pertama-tama…

Jangan kau sebut nama!, itu hanya akan menambah keangkuhanmu dihadapnya…

Tiga hal dan ditengah-tengahnya…

Jangan kau panggil dia nama!, dia kan menganggapmu merendahkannya.matahari bukanlah benda mati yang diduniamu hanya bertugas menerangi bumi tiap hari. Dia disini Tuhan bagi kami.

Dan yang terakhir,..

Biarkan nafasmu mengalir seperti air agar selaput hangatnya takkan membakarmu saat mengusap seluruh sisinya hingga akhir…

(kata kamu dibawakan dengan ke”aku”annya)

Disaat semua yang dia beri telah ku mengerti, akupun mencoba tuk membelai sang matahari. Kini tak kurasa lagi panas yang menghujam nadi. Beralih bagaikan semilir puisi yang mengaliri sanubari. Dalam hati aku menyadari, inilah arti dunia yang aku cari…

Bintang-bintang tak selamanya hanya hadir dalam malam, bukankah disaat pagi menjelang kau juga melihat seorang bintang ?…

Jangan sebut dia nama! Karna kau akan mengenalnya sebagai matahari saja. Jangan kau sebut aku juga, biar ku dapat mendekatinya, melengkapi tujuh bintang yang telah menanti raja yang menggenapi delapan bagian arti dunia…

Nafasku tlah lepas mengalir, saat semua yang ku cari tlah berakhir. Dan ku rasakan selaput hangat dunia. Selama ini aku tak pernah meninggalkannya. Hanya saja, selama ini aku lebih sering menjadi dusta. Membutakan mata hingga tak terlihat senja. Disaatku terlalu angkuh dalam membaiti dunia dengan kata yang hanya kupunya.

Akhirnya,..

Aku bisa mengakhirinya dengan tawa!…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: