h1

Harum Mata

October 6, 2008

Harum Mata

Yang mengalir itu buat kita mengenal bersama…

Dan dibangunkan olehku segeranya…

Dan kau kirim bersama angin…

Entah kapan menunggu panggilan yang kau ingin…

Harum mata, maaf telah tersabit luka…

Kau bilang tiada mengapa, hari itu kita bekerja sebagaimana biasa…

Membuat mimpi namun jauh dari kata yang nyata…

Hanya awang-awang layaknya angina menerobos liang telinga…

Saat jejak kita mendekati kadaluarsa…

Menunggu pengadilan dunia tempat kita mencari bahasa…

Bantu aku membangun mimpi baru…

Biarlah hanya mimpi, yang penting aku masih punya esok satu lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: