h1

Ku sebut dia sahabat

October 6, 2008

Ku sebut dia sahabat

Disaat yang pedih akan asaku…

Dalam tangis yang tergenggam di pelupuk nadirku…

Mencairkan hangat yang tulus dalam peluk bijakmu…

Lebih berarti dari sekadar ilmu dan pengakuanku…

Baitkan kita bagaikan rima…

Kau tahu, didalam diam bisuku…

Kau tahu, didalam sedu tatapku…

Bermimpi tuk memanggil sang penulis sejarah…

Tuk setiap tutur bijak dan genggam yang pekat…

Menghidupi gelisahku yang semakin berkarat…

Menggetarkan penatku tuk bangkit dari keterpurukan…

Banyak waktu bersamamu dalam perenunganku…

Hidup memang kelu, tapi bisa kau ubah semua menjadi biru…

Kita bagai mengikat dalam seratus empat koma sembilan derajat…

Dalam sebuah arti yang ku sebut dia sahabat…

One comment

  1. sip,aq suka ini🙂
    teruskan perjuangan hati,pikiran,dan perasaan berjalan bersama pena mu..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: