h1

Sketsa

October 6, 2008

Sketsa

Dalam tuai kepala dari serabut rafia…

Mengutaskan lesung dalam pipi dengan sedikit tekannan yang kuberi…

Beri telinga agar dia bisa mendengar akan tawa…

Pesanku dalam penunjuk cerita ratu pria…

Celak mata delima alis yang ku rona-ronai arang surga…

Garis bibir menyinggung senyum ceria dari akar khuldi yang kupilihi…

Agar lekuk tubuhnya terjaga…

Keselimuti dengan permadani dan menyarungkan hingga ujung kaki…

Kuluangkan waktu untukku mengukir jentik jemari…

Kemudian kugoreskan sedikit cairan sepi, gemerincing sunyi…

Rambutnya tak kubiarkan tergerai terlihat mata…

Kututupi dengan kudung sutra…

Saatnya aku membuhulkan nafas baru…

Agar dia sanggup berlari, biarnya berlalu…

Saat dia memanggilku sang Prabu…

Sketsa indah itu lahir dalam jasadku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: