h1

Resapi Nurani

October 7, 2008

Resapi Nurani

Yang mengisi batas hidupku diantara dua tangis yang berbeda…

Yang menandaskan piranti pengisi separuh sisa nafas yang ada…

Mereka berdua sejati…

Resapi… Nurani…

Dalam batas itu…

Aku bermimpi temukan hal yang baru…

Yang ku tebak hanya nafsu…

Namun hasrat itu tlah menggubah-gubahi sluruh sadarku…

Tak peduli Nurani…

Tinggalkannya pergi dengan alam yang buatnya mati…

Akan tawa yang pasti takkan tumbuh lagi…

Dalam jasadku yang baru…

Saatku menggulung semua penat atas ego muliaku…

Membangun mimpi yang dulu…

Walau ku tak pernah bangun dalam tidurku…

Mencoba tuk Resapi…

Hari ini aku terbuat dari seonggok benci seorang banci…

Ku tlah buatnya menjadi lelaki…

Tapi kini aku sendiri yang mati…

Saatku menerka sejati…

Resapi… Nurani…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: