h1

Sebelum Malam

December 13, 2008

Sebelum Malam

Sebelum malam memisahkan pancaran pagi akan kemuning senja…

Sebelum jejak antara telapak kaki terbasuh dinginnya hari…

Sebelum mata ini terpejam saat langkah semakin jauh menghujam…

Sebelum terik rembulan membulanbintangkan malam dengan selimut gemintang…

Bunda kan ingatkan aku satu hal,

Tiada diri ini akan menjadi bibit merpati yang bisa terbang tinggi,

Tanpa siraman cahaya mentari yang mengalir dari ikhlas bunda yang mempatri…

Tiada nafas ini akan memburu langit dengan sengit menjelang-jungkit,

Tanpa bakti persada yang kau tancapi berhari-hari di padang gulma yang sempit…

Diantara jarak, malah ku semakin melihat kedua tanganmu memeluk erat…

Dengan selaput kasih sayang yang membungkusi rasa cinta diantara duri penduri dunia…

Sebelum jumpa, aku inginkan layak pantasku membawa mentari baru untukmu seraya mengucap…

Masih seperti anakmu kemarin pagi, ma! Yang tidur dipeluk hangat pekertimu…

Puisiuntukbunda

Aku yang jauh disini menitip salam padanya

Bahwa jarak bukanlah pembatas, dia adalah bagian dari pemersatu hati

Karna hati ini milik bunda yang dititipkan untuk aku jaga dan sinari

Tangerang untuk bunda di Banjarmasin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: