h1

bagian keduanya,.

March 9, 2009

Spekulasi, Pemikiran Logis, Opini, dan Fakta Lain! Tolong Share Pikiran Anda! – Sebuah Post Lain Didedikasikan untuk David Hartanto Widjaja

Terjemahan dari sebuah post di straitstimes.com, diduga dipost oleh seorang mahasiswa NTU

=============================================================================

Ini sebuah forum yang bagus, forum ini memberikan kesempatan bagus untuk berbicara dan membagikan pandangan kami. Haruskah kami tetap diam dan membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh polisi atau haruskan kami berbicara? 2 kepala selalu lebih baik daripada 1 kepala! Apapun pemiiran yang muncul dalam pikiran kita tidak akan ada yang tahu jika tidak dibicarakan. Ketika kamu berbicara, orang lain dapat berpikir dan melihat pemikiran anda. Beberapa mungkin berpikir ini adalah spekulasi, namun orang lain mungkin tidak berpikir seperti itu. Ketika kita berbicara, saya percaya kita dapat membantu masyarakat ini untuk melihat hal-hal dengan prespektif berbeda dan pada akhirnya dapat membantu media atau polisi atau siapapun untuk memiliki ide yang lebih baik

Kejadian tidak terjadi di tempat terbuka, namun di dalam sebuah ruangan. Masalah menjadi tidak semudah hitam dan putih, malahan menjadi abu-abu. Banyak hal yang mungkin terjadi didalam. Menarik untuk melihak pemikiran anda di area abu-abu ini. Ini tidak dilakukan untuk kepentingan argumen intelektual, tapi untuk membawa keadilan. Juga tidak untuk mengatakan siapa salah dan siapa benar. Itu terlalu dini, saya percaya, untuk masuk ke dalam kesimpulan itu. Apa yang dapat kita lakukan sejauh ini, mungkin adalah untuk saling berbagi.

Menurut media, David menusuk pembimbingnya, mengiris pergelangan tangannya, lari ke ruangan yang lebih rendah, duduk di atap, kemudian lompat kebawah. Awalnya, itu terdengar sungguh nyata. Namun, sesuatu mungkin tidak benar.

Menurut berita terbaru dari teman dekat dan keluarganya, tidak ada tanda bahwa pergelangan tangannya terluka. Bukan pergelangan tangannya yang terluka, namun lehernya. Apakah lehernya terluka sebelum atau setelah kematiannya? Hal ini masih belum diketahui.

Apakah dia terjun setelah duduk di atap atau dia terjatuh dari atap? Ini juga masih belum jelas. Padaang atap NTU tersebut, tidak ada proteksi. Jika kita berasumsi dia terluka di lehernya, mungkin dia kehilangan kesadaran, pusing, dan jatuh. Beberapa orang yang tidak terluka pun dapat menjadi pusing saat berada pada ketinggian, entah bagaimana saat kita terluka. Saya tidak tahu jawaban yang benar. Jika dia terjatuh dan tidak melompat, mungkin itu sebuah tanda yang jelas bahwa dia tidak bermaksud bunuh diri!

Apakah dia jenis orang yang menyembunyikan semua masalahnya sendiri? Menurut berita, suatu saat dia berbicara denga professor lain ketika dia salah menduga pertanggungjawaban yang diberikan oleh professor tersebut (?). Dia juga sangat aktif di forum Olimpiade Mat online dibawah filosofi untuk berdiskusi tentang Tuhan/Dewa. Kelihatannya dia seperti orang yang akan berbicara saat memiliki masalah. Tidak terlihat seperti orang yang suka menyembunyikan permasalahannya.

Apakah dia penyendiri? Sebelumnya, dia adalah presiden dari olahraga elektronik di NTU. Bagaimana mungkin seorang menyendiri menjadi presiden yang harus aktif di kampus? Untuk dapat tetap berada di kampus NTU, kita juga harus menjadi sangat aktif karena harus mengumpulkan poin. Jika tidak, kita harus keluar.
Apakah benar bahwa motif dibalik penyerangan itu karena pemberhentian beasiswa? Beasiswa diberhentikan atas dasar prestasinya semester sebelumnya. Pada awal semester, apapun yang dia lakukan, itu tidak akan berpengaruh karena beasiswa telah diberhentikan. Jadi, apapun yang professor lakukan, logisnya professor itu tidak bisa mempengaruhi beasiswa itu lagi. Ini adalah semester terakhir, tidak ada poin yang diperlukan untuk beasiswa semester depan. Jadi apa hubungan antara pemberhentian beasiswa dengan penyerangan tersebut? Saya tidak bisa melihat hubungannya. Beberapa berkata dia salah menyerang orang karena dia berpikir banya professor ini yang menyebabkan beasiswanya diberhentikan. Ini juga tidak logis. Dia telah memperoleh beasiswa selama 3 tahun, jadi dia tahu dengan jelas siapa yang memberikan beasiswa, dimana pada kasus ini seharusnya adalah MOE(?). Sangat sulit dipercaya bahwa dia terlalu bodoh untuk melihat hal ini.

Apakah benar karena dia memiliki masalah dengan skripsi (tugas akhir)nya, dia menyerang profesornya? Hal ini terlihat tidak benar. Skripsinya masih dalam progress. Masih cukup banyak waktu untuk melakukan sesuatu untuk skripsinya. Hari itu juga bukan deadline. Dia juga belum dapat mengetahui hasil akhirnya.

Apakah ada sesuatu diluar alasan akademik yang memicu insiden ini? Mengapa tidak? Saat ini, hanya sang profesor yang tahu.

Sungguh sayang sampai saat ini, kita masih belum bisa memperoleh informasi yang cukup dari profesor.

Kenyataannya, masih terlalu banyak hal yang terdengar aneh di laporan media. Mungkin tulisan ini dapat memberikan sedikit penerangan bagi misteri ini. Jadi, mari berbicara!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: