h1

tips menghadapi uan

May 27, 2009

Pesan khusus tentang uan kepada kalian semua…

Sudah jelas, UAN disebut sebagai item wajib yang mesti kita lewati dan rasakan dalam hidup ini. Layaknya fase kehidupan, UAN merupakan suatu koloni waktu yang mengisi bagian dalam hidup yang mau tidak mau berpengaruh kepada arah kehidupan kita. Yang dimaksudkan disini ialah bukan berarti pengkotak-kotakan kehidupan yang menafsirkan bahwa lulus UAN berarti hidupnya berhasil dan gagal UAN berarti hidupnya hancur tapi metafase kehidupan dimulai pada saat pengambilan kebijakan terhadap diri terhadap proses UAN dan setelah menerima hasil UAN. Yang lulus bukan saatnya berbangga karna ibarat naik tangga, selalu ada kemungkinan untuk jatuh, misalnya anda tidak lulus SPMB atau hanya menjadi lulusan yang pengangguran. Bagi yang tidak lulus, bukan berarti harus menutup buku, tetapi kalian yang tercantum dalam bagian itu malah diberikan tantangan yang lebih berat lagi yaitu menciptakan tangga baru dan konsisten untuk menaikinya. Fase ini belum sepatutnya untuk diperbincangkan sekarang karena fase yang kalian hadapi ialah proses menuju UAN yang akan dideskripsikan sebagai berikut.

Proses menuju UAN digadang-gadang sebagai jalur terjal nan curam dan seringkali menjadi momok bagi siapapun yang menghadapinya. Tapi ada beberapa teknik pendekatan spiritual yang sebenarnya 80% membantu lancarnya proses menuju UAN. Yang pertama, hancurkan mental pengecut pada diri kalian masing-masing. Mental pengecut disini ialah keadaan diri lari dari kenyataan. Salah satu contohnya ialah menyontek. Untuk direnungi bersama, jika memang kita tidak bisa, maka seharusnya saja kita siap untuk mendapat hasil dari keadaan tersebut agar kita sadar dan sedikit demi sedikit bertindak lebih terhadap diri.

Untuk kejadian tersebut, bagi beberapa orang tentunya masih sering mencari alasan dengan mengatakan beberapa keadaan seperti “ah,nyontek kan uda kebiasaan” , “ya gimana lagi,daripada dapat nilai jelek?” yang barang tentu malah menaikkan posisi kalian yang melakukannya ke posisi pengecut yang semakin tinggi. Saya akan memberikan kisah nyata, dari seorang teman yang berinisial R. dia merupakan siswa drop-out sekolah lain yang pindah ke sekolah saya saat kelas 2. kemampuannya dibawah rata-rata namun ada satu kelebihan potensial yang dia miliki, dia mau jujur ke beberapa orang untuk mencoba merubah dirinya (walau tidak mengubah kebiasaan dia yang sangat malas belajar). Semua orang tidak peduli karna semua orang menyuruh dia untuk belajar dan dia tidak mau belajar, padahal step yang diatur pada pemikiran seseorang di awal ialah bukan penanaman keharusan belajar, tapi penanaman keperluan diri akan menerima pembelajaran. Setelah saya berbincang, saya Cuma memberi saran untuk tidak belajar di satu hal dan belajar cukup sedikit saja untuk hal yang sama di lain waktu. Hasilnya, dia berhasil lulus dengan nilai pas-pasan sewaktu kelas 3 dengan upaya sendiri.

Metode belajar banyak dikatakan sebagai penentu dan berbagai macam bimbel sibuk menulis, mereka, meraba, menggarisbawahi beberapa metode yang disebut-sebut ampuh menghadapi kesulitan saat menjelang UAN. Pada hakekatnya, mental kalian lah yang mengatur metode itu sendiri. Setelah kalian berhasil membuang mental pengecut, saatnya kalian memproses mindset yang ada pada diri kalian dengan meng-upgrade di bagian karakteristik pemikiran. Yang dimaksud dengan karakteristik pemikiran disini ialah cara berfikir dalam menghadapi sesuatu dengan pemfokusan sesuai dengan karakter misalnya jika seseorang hanya bisa belajar pada saat sepi maka mindset itu harus tertanam dan dibentuk sebagai format mutlak yang bisa didispersikan pada saat belajar dengan kondisi yang lain. Rani hanya bisa belajar pada saat sepi, mindset itu dia coba simpan dan rekam kemudian dia ulang terus menerus saat dia belajar diiringi dengan musik, sambil mendengar teman mengoceh, sambil menyimak guru menjelaskan hingga akhirnya Rani bisa belajar dengan cara bagaimanapun. Begitulah kira-kira aplikasi singkat dari analisis karakteristik pemikiran jadi tidak ada alasan bahwa kita tidak bisa melakukan suatu hal karena tidak tersedia suatu kondisi sesuai keinginan. Justru kondisi itulah yang mengondisikan kondisi-kondisi lain sehingga semua kondisi ialah milik kita. Anda merasa tidak bisa? Berarti anda sudah kalah karna sudah merasa tidak bisa sebelum mencoba. Yang anda alami sekarang ialah tidak tahu, bukan tidak bisa.

Nah, analisis karakteristik pemikiran tadi tidak hanya digunakan untuk belajar tetapi juga digunakan dalam kehidupan nyata yang lebih luas lagi seperti berbisnis, mengajar, konferensi, yang tentunya jauh lebih rumit daripada proses yang kita alami sekarang yaitu Cuma belajar.  Jika belajar saja kita tidak sanggup menggunakan pemikiran berkarakter, bagaimana nanti kita hidup di dunia nyata?.

Setelah kalian telah membentuk pemikiran berkarakter, arahkan itu pada metode belajar dan ubahlah konsep yang perlu dalam prosesnya. Salah satu jenis konsep yang saya tawarkan ialah belajar dengan menganalisis kejadian dalam proses belajar. Jika kalian termasuk orang yang malas belajar, tentu kalian lebih memperhatikan sekeliling ruangan. Sebagai contoh, saya selalu belajar malam dengan musik. Kemudian saya buat konsep musik berbanding lurus dengan materi pembelajaran yang saya dapati sehingga jika saya mulai bernyanyi tanpa mendengar musik tersebut, saya ingat materi dasar yang berhubungan dengan musik. Dengan contoh lain, misalnya anda seorang pemain bola, buatlah skema yang berbeda di setiap pertandingan dan banding luruskan dengan materi yang anda dapati. Variasi merupakan andalan yang harus digunakan sejak awal anda mengetahui strateginya dan ini merupakan strategi kunci bagi pemalas-pemalas yang ingin sukses dan merupakan suplemen yang sangat baik bagi orang-orang rajin yang ingin menambah kesuksesannya.

Setelah mengubah konsep, kita harus membiasakan diri terhadap medan perang yang akan kita hadapi. Sama dengan membiasakan diri membaca artikel ini karena yang dibutuhkan sepenuhnya ialah pemahaman. Kalau tidak paham dengan maksud tulisan saya, wah, saya ampun saja deh. Tapi jika anda mencoba untuk memahami maka simak lagi ulasan saya.

Membiasakan diri dengan medan perang yang akan dihadapi dilakukan dengan pemahaman yang benar. Dan ingat, PAHAM itu berbeda dengan TAHU. Anda harus paham, bukan sekedar tahu. Sebagai contoh terhadap medan perang yang akan anda hadapi,

Anda harus paham bahwa anda pasti akan melewatinya

Tapi anda juga harus paham bahwa dia bukan segala-galanya

Dan anda harus paham, jika dia bukan segala-galanya bukan berarti dia harus diremehkan.

Karna anda harus paham bahwa maksud dia bukan segala-galanya ialah karena ada sesuatu diatasnya

Maka dari itu, anda harus paham bahwa anda juga harus bersiap untuk melakukan sesuatu diatasnya

Dan anda harus paham bahwa sesuatu diatasnya baru bisa dilewati setelah melewati sesuatu yang akan anda hadapi

Sehingga mau tak mau anda wajib paham bahwa kesiapan lah yang akan melewatinya, bukan hanya sekedar pemahaman yang berujung pada anggapan minor seperti

Dia adalah sesuatu yang susah!

Dia tak bisa dikalahkan!

Dll.

Nah, pada akhirnya, apa anda juga masih tidak paham?

Keadaan diri tidak belajar adalah salah satu ciri ketidakmengertian anda tentang pemahaman tersebut.

Dan yang lebih parah lagi, keadaan untuk mau belajar atau mencoba belajar yang tidak ada barang tentu merupakan ketidakpahaman yang mutlak atas apa yang anda hadapi.

Ini berlaku tidak hanya untuk UAN, tapi juga kehidupan selanjutnya.

Nah, bayangkan, jika kita tidak paham dengan apa yang akan kita hadapi , bagaimana kita bisa menghadapinya.

Setelah bagian ini selesai, anda nampaknya sudah siap untuk memproses diri anda lebih lanjut sebagai manusia yang berkarakter dan mempunyai mentalitas. Namun satu hal yang tak boleh diubah ialah, niatkan semuanya, termasuk UAN yang akan dihadapi, hanya kita lakukan untuk mencari ridha Allah swt. Dan niat yang lurus tersebut tidak boleh diubah sedikitpun karna inti dari perbuatan adalah niat dan inti dari niat ialah untuk Allah swt.

Pada akhirnya, tulisan kecil ini bisa banyak atau sedikit membantu tergantung intensitas keinginan anda untuk mengulasnya dan keridhaan anda untuk meresapinya. Bagi yang menginginkan pindah silang pendapat dan pengoreksian serta pelengkapan terhadap tulisan ini, saya sangat menerima nya, asal jangan dikoreksi gramarnya, soalnya gramarnya ancur banget.

Tulisan dengan tema serupa juga dapat dilihat di http://www.tempatgila.wordpress.com

Firdaus21 – siswa kelas 12 B –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: