h1

Bukan saatnya lagi belajar?

February 7, 2010

Belajar adalah pintu menuju keadaan lebih pintar dan pintu menuju keadaan lebih bodoh. Berfikir adalah cara menutup salah satu pintunya.
Dalam hal meraih suatu ilmu pengetahuan dan penyamaan strata kependidikan dalam masyarakat dikenal dengan baik istilah ‘belajar’. Pembelajaran itupun dapat diraih dalam kegiatan formal maupun informal baik dengan cara mengikuti kursus, sekolah, ataupun secara otodidak. Dalam hematnya, belajar sudah menjadi undang-undang tak tertulis dalam dunia pendidikan. Namun dalam pandangan saya, ada yang khusus dalam kata belajar dan pengupasan didalamnya membuahkan kalimat seperti yang and abaca sebelumnya di bagian atas paragraf ini.
Belajar membuka dua buah pintu dan berfikir menutup salah satunya. Hal abstak ini menggambarkan suatu ciri dimana berfikir lebih diutamakan daripada belajar. Karena apa? Ada banyak hal yang merujuk kepada hal tersebut namun selebihnya kesimpulan ada ditangan anda sendiri.

Belajar menggunakan otak orang, berfikir menggunakan otak sendiri

Belajar, secara umum memperhatikan hal-hal yang sudah ada dan sudah tersedia. Hal yang sudah ada itu tadi dikemas berdasarkan otak-otak orang yang mengemasnya sehingga apapun yang kita tangkap dari suatu pembelajaran tidak akan lepas dari rangkaian pembentukan yang secara langsung atau tidak langsung tercipta dari hal yang kita pelajari. Namun berfikir, memberikan ruang kosong didalam otak kita yang memproses kembali suatu informasi sehingga kita dapat mengolah suatu pengetahuan berdasarkan ciri diri kita sendiri dan semakin berpeluang menemukan sesuatu yang baru. Bagaimana sesuatu yang baru itu? Bisa disimak dalam cuplikan kisah nyata berikut ini.
Anda harus tahu bahwa pada masa lampau sejarah peperangan ditulis oleh pihak yang menang dalam perang tersebut. Hal ini seakan menjadi wewenang atau hak oleh pihak pemenang dalam mencatat sejarah pada saat itu. Segala hal yang tercatat itulah yang kemudian diajarkan turun temurun keseluruh jangkauan berdasarkan pada besarnya nilai sejarah tersebut. Hal ini menimbulkan banyak kerancuan karna mungkin saja apa yang dituliskan tidak sesuai dengan kenyataannya. Bagi para peserta didik yang menggunakan metode ‘belajar’ akan menerima begitu saja dan dijadikan pegangan namun bagi mereka yang berfikir, tentunya akan menemukan celah barang sedikit pada suatu ilmu pengetahuan yang ‘tidak nyata’. Hal inilah yang kemudian banyak melahirkan karya-karya yang kebanyakan membahas tentang suatu tema yang hampir mirip, “fakta dibalik sejarah”. Karena apa? Ada sejarah yang belum terungkap sepenuhnya atau diputar balikkan dari sejarah yang ada. Dan itu ditemukan oleh mereka yang berfikir. Karna sejarah yang sudah ada diibaratkan sebagai otak orang, maka belajar berarti menggunakan otak orang dan berfikir berarti menggunakan otak sendiri.

Belajar mengabadikan ilmu pengetahuan, berfikir mengembangkannya

Ilmu pengetahuan terus berkembang ditangan orang-orang yang berfikir dan dikenalkan oleh mereka yang telah mempelajarinya. Jika kalian mengerti maksud yang akan saya utarakan maka kalian dapat membaca bagaimana bisa adanya penemuan baru yang lebih canggih ataupun lebih detail dari sebelumnya padahal pada beberapa saat sebelumnya anda kita baru saja mempelajarinya sebagai ilmu pengetahuan.
Einstein pernah berkata kurang lebih seperti yang terkandung dalam kalimat berikut ;
Untuk menemukan hal yang baru, kita harus menganggap beberapa hal yang berkaitan sebagai suatu hal yang bohong atau tak nyata.
Dari kalimat tersebut bisa disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan yang ada memiliki potensi untuk berkembang ataupun berbalik arah karna ketidakpastiannya namun jika kita hanya menerapkan kapasitas pembelajaran maka bisa jadi ilmu pengetahuan yang sudah ada dijadikan kiblat secara mutlak dan menutup mata pada perkembangan selanjutnya sehingga diperlukanlah suatu tindakan yang lebih khusus yaitu berfikir.

bersambung————

ntar yak di sambung lagi.. saya mau berfikir dulu nii “D

3 comments

  1. Gan ulun suka gaya pian… mantap tulisannya jadi begetar hati nh membacanya semoga dengan membaca ini ada pencerahan semoga ditunjukan selalu di jalan yang benar amin…


  2. haha makasii gaan !!😀


  3. mangstab gan, ane setuju!!!
    ane jd nyadar ane krang mkir :malu



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: